Jakarta, pojoksumatera.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 6 Februari 2026, dalam rangka pertemuan bilateral antara Indonesia dan Australia.
Sebelum menggelar pertemuan tertutup, kedua pemimpin tampak berbincang santai. Dalam suasana akrab tersebut, Presiden Prabowo menyinggung bulan madu Albanese yang menikah dengan pasangannya pada 29 November 2025. Candaan tersebut disambut tawa oleh Perdana Menteri Australia itu.
Prabowo juga menanyakan kehadiran istri Albanese dalam kunjungan kali ini. Namun, Albanese menjelaskan bahwa pasangannya tidak dapat mendampingi karena tengah menjalankan pekerjaan.
Dalam perbincangan itu, Albanese menceritakan dirinya baru saja menyelesaikan sesi tanya jawab di Parlemen Australia sebelum bertolak ke Indonesia. Ia mengaku langsung menuju bandara setelah menyelesaikan agenda di Capital Hill, Canberra.
Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut Albanese saat tiba di Indonesia pada Kamis 5 Februari 2026 akibat agenda di Istana. Albanese menyatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut dan mengapresiasi pertemuan yang berlangsung hangat.
Albanese menuturkan bahwa selama berada di Indonesia, ia selalu merasa disambut dengan baik. Ia menegaskan hubungan Indonesia dan Australia sebagai negara tetangga dan sahabat. Ia juga menyoroti intensitas kunjungannya ke Indonesia yang telah dilakukan sebanyak lima kali dalam empat tahun terakhir sebagai perdana menteri.
Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin dijadwalkan menandatangani perjanjian bilateral di bidang pertahanan. Albanese berharap kerja sama tersebut dapat semakin memperkuat hubungan kedua negara.
Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Albanese dan berharap hubungan Indonesia–Australia terus berkembang secara positif.
Albanese mengatakan kunjungannya ke Jakarta kali ini berlangsung singkat, yakni dari 5 hingga 7 Februari 2026. Meski singkat, ia menilai lawatan tersebut penting dan menyebut kunjungan berikutnya akan dilakukan dengan durasi yang lebih panjang.
Setelah pertemuan terbuka, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Albanese melanjutkan agenda pertemuan secara tertutup dengan didampingi masing-masing delegasi di Istana Merdeka.
Kunjungan ini merupakan lawatan kedua Albanese ke Indonesia sejak Prabowo menjabat sebagai presiden. Sebelumnya, pada Mei 2025, Albanese menjadikan Jakarta sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertamanya sehari setelah kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Australia. Prabowo kemudian membalas kunjungan tersebut dengan lawatan kenegaraan ke Australia pada November 2025. (***)







