Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah antisipasi menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik di wilayah Lampung.
Mulai Senin, 7 September 2026, kegiatan pembelajaran bagi siswa jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP di Kota Bandar Lampung untuk sementara dilaksanakan secara daring atau online hingga ada perkembangan kondisi lebih lanjut.
Kebijakan tersebut disampaikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung menyusul arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi siswa dari potensi dampak abu vulkanik.
Meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap diminta hadir di sekolah masing-masing. Kehadiran mereka diperlukan untuk memastikan proses pembelajaran daring dapat berlangsung secara maksimal.
Upacara Senin Ditiadakan
Selain mengalihkan pembelajaran ke sistem daring, Pemkot Bandar Lampung juga meniadakan upacara bendera yang biasanya dilaksanakan setiap Senin.
Kepala sekolah diminta mengajak seluruh warga sekolah, termasuk guru dan tenaga kependidikan, untuk melakukan pembersihan ruang kelas, lingkungan sekolah, serta area lainnya dari debu atau abu vulkanik.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan masuknya abu vulkanik ke lingkungan sekolah.
Guru Diminta Gunakan Masker
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung juga mengingatkan guru serta tenaga kependidikan yang tetap beraktivitas di sekolah untuk menggunakan masker.
Masker N95 atau masker medis dianjurkan digunakan untuk membantu mengurangi risiko iritasi serta gangguan pada saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Selain penggunaan masker, warga sekolah juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika kegiatan di area terbuka tidak dapat dihindari, mereka dianjurkan menggunakan perlindungan tambahan, seperti kacamata pelindung dan pakaian berlengan panjang.
Warga Diminta Tetap Waspada
Pemkot Bandar Lampung mengimbau masyarakat, khususnya warga sekolah, untuk tetap waspada namun tidak panik menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan kondisi serta mengikuti arahan dan informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun instansi terkait.
Kebijakan pembelajaran daring ini bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan serta informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pemkot Bandar Lampung menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan menjadi pertimbangan utama dalam penerapan kebijakan tersebut. (***)







