Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah antisipasi menyusul perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran debu vulkanik di wilayah Kota Bandar Lampung.
Kegiatan pembelajaran di sekolah secara jarak jauh diperpanjang mulai besok hingga Kamis, 10 September 2026.
Kebijakan tersebut disampaikan berdasarkan hasil konferensi Pemerintah Daerah Provinsi Lampung serta edaran terbaru terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Langkah ini juga dilakukan sesuai arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, sembari menunggu perkembangan situasi dan instruksi lebih lanjut dari Pemerintah Daerah Provinsi Lampung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, meminta seluruh kepala sekolah memperhatikan kebijakan tersebut dan segera meneruskannya kepada guru serta tenaga kependidikan di lingkungan sekolah masing-masing.
Menurut M. Nur Ramdhan, pembelajaran daring tetap dilaksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi Gunung Anak Krakatau, khususnya terkait potensi sebaran debu vulkanik.
“Pembelajaran daring masih dilaksanakan sembari mengantisipasi perkembangan situasi Anak Gunung Krakatau dari Badan Geologi Kementerian ESDM,” ujar M. Nur Ramdhan, Selasa (8/9/2026).
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bagi siswa-siswi tingkat TK, SD negeri, dan SMP negeri di Kota Bandar Lampung diliburkan kembali selama dua hari.
“Namun, masa pembelajaran jarak jauh tersebut masih dapat diperpanjang apabila kondisi di lapangan menunjukkan debu vulkanik masih bertebaran di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung,” terangnya. (***)







