Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Musim kemarau kembali menunjukkan ancamannya. Sebidang lahan kosong di Jalan Bukit Barisan 1, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, terbakar pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB.
Api yang membakar semak dan rumput kering tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena berada di kawasan yang berpotensi membuat kobaran api cepat menjalar. Beruntung, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area di sekitarnya.
Camat Kemiling Andi Syaputra Kesuma mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran tersebut.
Petugas dari Pos Damkar Kemiling bersama Pos Supply Damkar Langkapura langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman.
“Petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Kemiling bersama Pos Supply Damkar Langkapura langsung melakukan penanganan. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area sekitar,” ujar Andi.
Kesigapan petugas membuat kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar. Setelah api dipadamkan, petugas memastikan kondisi di sekitar lokasi aman dan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kebakaran juga tidak menyebabkan kerugian material, karena api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke area lain.
Penanganan kebakaran turut melibatkan berbagai unsur. Camat Kemiling dan Lurah Beringin Jaya berada di lokasi bersama Bhabinkamtibmas, personel patroli Polsek Kemiling, serta Ketua RT 10 LK 3 Kelurahan Beringin Jaya.
Kehadiran sejumlah unsur tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas pihak ketika terjadi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau.
Semak Kering Jadi Bahan Bakar Api
Kebakaran lahan kosong menjadi salah satu ancaman yang patut diwaspadai ketika musim kemarau. Rumput dan semak yang mengering akibat minimnya curah hujan dapat berubah menjadi bahan yang mudah terbakar.
Dalam kondisi cuaca panas dan kering, api dapat menjalar dengan cepat. Tiupan angin juga berpotensi membuat kobaran api berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh keberadaan lahan kosong yang dipenuhi rumput dan semak kering.
Aktivitas sederhana seperti membakar sampah di dekat lahan kosong pun dapat memicu kebakaran apabila api tidak benar-benar padam atau bara tertiup angin.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berisiko menimbulkan kebakaran, tindakan tersebut dapat menyebabkan api sulit dikendalikan apabila kondisi lingkungan sedang panas dan kering.
Jangan Tunggu Api Membesar
Peristiwa di Jalan Bukit Barisan 1 menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan dapat terjadi kapan saja selama musim kemarau.
Kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi salah satu faktor penting agar api dapat segera ditangani. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang petugas memadamkan api sebelum kobaran meluas.
Pemerintah dan aparat setempat juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Jika melihat titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, warga diharapkan segera mengambil langkah pencegahan dan melaporkannya kepada pihak berwenang. (***)







