Jakarta, pojoksumatera.id – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menilai realisasi program Presiden Prabowo Subianto tidak cukup diselesaikan dalam satu periode pemerintahan. Menurutnya, sejumlah program strategis membutuhkan keberlanjutan lebih dari lima tahun.
“Masih banyak program Pak Prabowo, seperti makan bergizi gratis dan program pangan, yang perlu berlanjut. Maka kami akan membangun kampung nelayan dan lain-lain. Tentu lima tahun enggak cukup,” kata Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas saat merespons isu Prabowo dua periode di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Februari 2026.
Zulhas yang juga menjabat Menteri Koordinator Pangan mengatakan Presiden Prabowo telah memberinya sejumlah tugas untuk merealisasikan program ketahanan pangan nasional. Program tersebut, kata dia, menyasar masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dan peternakan.
“Tiga puluh persen rakyat yang paling bawah ada di situ. Jadi tentu tidak cukup lima tahun,” ujarnya.
Ia juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pencapaian swasembada protein.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal akan kembali mengikuti kontestasi Pemilihan Presiden 2029. Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyatakan partainya berkomitmen mendukung Prabowo menjabat sebagai presiden selama dua periode. Dukungan itu, kata Eddy, untuk memastikan keberlanjutan pemerintahan Prabowo pada 2029 dengan Zulkifli Hasan sebagai pendamping.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulkifli Hasan mendampingi Pak Prabowo pada 2029,” kata Eddy di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
PAN merupakan salah satu partai anggota koalisi pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. PAN tercatat telah tiga kali berada di barisan pemenangan Prabowo dalam tiga edisi pemilihan presiden.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, mantan Presiden Joko Widodo juga melontarkan isu Prabowo–Gibran dua periode. Hal itu disampaikan Jokowi di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat, 30 Januari 2026, saat dimintai tanggapan terkait pernyataan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali.
Sebelumnya, Ahmad Ali menyebut Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi kompetitor kuat dalam Pilpres 2029. Pernyataan tersebut disampaikan dalam siniar Gaspol Kompas.com yang tayang pada Kamis, 22 Januari 2026.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi memberikan komentar singkat. “Kan, sudah saya sampaikan Prabowo–Gibran dua periode. Udah, itu saja,” ujarnya.
Beberapa hari setelahnya, Presiden Prabowo mempersilakan pihak-pihak yang tidak menyukai pemerintahannya untuk bertarung dalam Pilpres 2029. Pernyataan itu juga disampaikan dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. (***)







