Lampung, pojoksumatera.id – Ambisi besar diusung cabang olahraga (cabor) biliar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung untuk tampil maksimal pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Tak ingin sekadar menjadi peserta, tim biliar PWI Lampung mulai mematangkan persiapan sejak jauh hari. Bahkan, manajer cabor biliar Porwanas Lampung, Afrizal, menyiapkan motivasi khusus bagi atlet yang mampu mempersembahkan medali emas.
Afrizal berkomitmen memberangkatkan atlet peraih medali emas ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah.
Komitmen tersebut disampaikan saat tim biliar PWI Lampung menggelar latihan tanding sekaligus seleksi atlet di Faxi Billiard and Coffee, Bandar Lampung, Selasa (25/8/2026).
“Hari ini kami melaksanakan seleksi. Harapannya para atlet bisa saling mendukung dan bersama-sama mempersiapkan langkah ke depan agar di Porwanas nanti bisa mendapatkan hasil terbaik, yaitu medali emas,” kata Afrizal.
Bidik Dua Medali Emas
Afrizal tidak ingin target tim biliar Lampung berhenti pada satu medali. Ia memasang target sedikitnya dua medali emas pada Porwanas 2027 yang akan berlangsung di Lampung.
Menurut Afrizal, target tersebut bukan sekadar ambisi, tetapi harus diwujudkan melalui persiapan yang terukur, latihan rutin, pembinaan serius, serta kekompakan seluruh atlet.
“Menjadi tuan rumah memang berat, tetapi kalau kita bekerja bersama dan mengedepankan teamwork, saya yakin kita bisa menghasilkan medali emas,” ujarnya.
Status Lampung sebagai tuan rumah dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang. Dukungan publik tentu menjadi keuntungan tersendiri, tetapi di sisi lain tekanan untuk memberikan prestasi terbaik juga semakin besar.
Karena itu, persiapan dilakukan sejak sekarang agar para atlet tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mental bertanding yang kuat.
Mulai pekan depan, atlet dijadwalkan menjalani latihan minimal dua kali dalam sepekan. Program latihan tersebut akan menjadi tahap awal sebelum memasuki pembinaan yang lebih intensif.
Untuk sementara, latihan masih akan dikawal langsung oleh Afrizal. Namun, PWI Lampung telah menyiapkan rencana menunjuk pelatih khusus yang memiliki kemampuan sekaligus sertifikasi di bidang biliar.
“Ke depan kami rutin melakukan latihan. Sebelum November, kami akan menunjuk pelatih yang memang memiliki kemampuan dan bersertifikat untuk membantu meningkatkan kemampuan atlet,” jelasnya.
Emas Berbuah Umrah
Yang menarik, perjuangan para atlet untuk merebut medali emas juga mendapat suntikan motivasi langsung dari manajer.
Afrizal menyatakan siap memberikan apresiasi khusus kepada atlet yang mampu membawa pulang medali emas, yakni memberangkatkannya untuk menjalankan ibadah umrah.
“Saya punya komitmen bagaimana atlet bisa mendapatkan minimal dua medali emas. Saya berjanji, ketika ada atlet yang mendapatkan emas, saya akan memberangkatkannya umrah. Ini sebagai bentuk tanggung jawab dan motivasi saya,” tegas Afrizal.
Janji tersebut diharapkan menjadi tambahan semangat bagi para atlet untuk menjalani proses latihan panjang hingga Porwanas 2027.
Namun, Afrizal menekankan bahwa target emas tidak bisa dicapai secara instan. Seluruh atlet harus menjalani proses seleksi, latihan, evaluasi, hingga pemusatan latihan secara disiplin.
Tujuh Atlet Mulai Diseleksi
Sementara itu, Penanggung Jawab Cabor Biliar PWI Lampung, Syahroni Yusuf, mengatakan persiapan menghadapi Porwanas 2027 sebenarnya telah dimulai sejak awal.
Sebanyak tujuh atlet telah disiapkan untuk mengikuti tahapan seleksi dan pembinaan. Ketujuh atlet tersebut akan dipantau kemampuannya sebelum nantinya ditentukan komposisi terbaik untuk memperkuat tim Lampung.
PWI Lampung juga telah menunjuk Afrizal sebagai manajer cabor biliar. Surat keputusan (SK) penunjukan tersebut telah diserahkan, Sabtu (22/8/2026).
“Sudah ada tujuh atlet yang kami persiapkan. Kami juga sudah menunjuk manajer Afrizal dan SK-nya telah diserahkan. Hari ini kami melakukan seleksi dari tujuh atlet tersebut,” kata Syahroni.
Seleksi dilakukan melalui latihan tanding untuk melihat kemampuan masing-masing atlet dalam situasi pertandingan. Selain kemampuan teknis, pembina juga akan melihat mental, konsistensi, serta kemampuan atlet bekerja dalam tim. (***)







