Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Tumpukan sampah di sejumlah aliran sungai menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat kegiatan pembersihan melalui Satgas Kali untuk memastikan aliran air tetap lancar.
Setiap hari, petugas menyisir sejumlah titik sungai yang dinilai membutuhkan penanganan. Sebanyak 24 personel dikerahkan dalam setiap titik pembersihan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, mengatakan pembersihan sungai merupakan kegiatan rutin yang dilakukan satgas Kali.
“Pembersihan sungai dilakukan oleh petugas DLH dari pukul 08.00 WIB sampai 16.30 WIB,” ujar Budi, Selasa (1/9/2026).
Petugas membersihkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di aliran sungai, mulai dari sampah plastik, potongan kayu hingga limbah rumah tangga. Sampah yang diangkat kemudian dikumpulkan sebelum dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurut Budi, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan dan estetika sungai. Pembersihan juga dilakukan untuk mengurangi material yang berpotensi menghambat aliran air.
Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan titik-titik yang mengalami penumpukan sampah dapat segera ditangani.
Namun, persoalan sampah di sungai tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Peran masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, dinilai sangat penting.
Budi mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke aliran sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai. Kebersihan lingkungan membutuhkan peran bersama,” katanya.
Ia menilai kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kebersihan sungai. Sebab, sampah yang kembali dibuang ke sungai dapat membuat upaya pembersihan yang dilakukan petugas menjadi tidak maksimal.
Karena itu, masyarakat juga diajak membiasakan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta ikut menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal.
“Dengan pembersihan rutin yang dibarengi partisipasi masyarakat, pemerintah berharap kondisi aliran sungai di Bandar Lampung tetap terjaga dan persoalan akibat penumpukan sampah dapat ditekan,” kata dia. (***)







