Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mulai menyalurkan bantuan pangan (Bapang) berupa beras kepada 96.919 keluarga penerima manfaat (KPM).
Jumlah penerima Bapang tahap kedua dari pemerintah pusat tersebut menurun dibandingkan penyaluran tahap sebelumnya yang mencapai lebih dari 105.000 penerima.
Plh Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ayu Kumala Dewi, menjelaskan penurunan jumlah penerima terjadi karena adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat terkait kriteria penerima bantuan.
Pada penyaluran tahap kedua, Bapang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4. Sementara pada tahap sebelumnya, penerima bantuan masih mencakup masyarakat hingga Desil 6.
“Untuk tahap kedua ini memang ada perubahan data. Sekarang yang masuk hanya Desil 1 sampai Desil 4,” jelas Ayu, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Ayu, perubahan kriteria tersebut membuat jumlah penerima Bapang di Kota Bandar Lampung berkurang menjadi 96.919 KPM.
Selain perubahan kriteria, mekanisme penggantian penerima yang tidak memenuhi syarat juga dilakukan lebih ketat. Jika sebelumnya terdapat nama penerima yang dinilai tidak memenuhi kriteria, penggantian tetap harus dilakukan dengan warga yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4.
“Tapi kalau sekarang ini, jika memang sudah dicari dan tidak ada penggantinya yang sesuai, berasnya dikembalikan ke negara,” ujarnya.
Berbeda dengan penyaluran tahap pertama yang sempat mencakup bantuan minyak goreng, Bapang tahap kedua kali ini hanya diberikan dalam bentuk beras.
“Setiap penerima mendapatkan alokasi bantuan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September, dengan total 30 kilogram beras per kepala keluarga,” ungkap Ayu.
Di tengah penyaluran Bapang, Pemkot Bandar Lampung juga memastikan ketersediaan pangan daerah tetap terjaga, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi mempengaruhi produksi sejumlah komoditas.
Dinas Pangan bersama Bulog turut mendorong keberadaan kios pangan rekomendasi di luar pasar untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga beras di tengah kondisi cuaca yang dapat memengaruhi produksi pangan.
Ayu mengatakan pasokan pangan untuk Kota Bandar Lampung sejauh ini masih relatif aman karena mendapat dukungan dari sejumlah daerah penyangga.
Wilayah penyangga tersebut antara lain Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Metro. Daerah-daerah tersebut menjadi sumber pasokan beras serta berbagai komoditas sayur-mayur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Bandar Lampung.
“Untuk ketersediaan pangan kita masih aman karena ada daerah penyangga yang memasok kebutuhan Kota Bandar Lampung,” katanya. (***)







