Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Yuni Karnelis, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah mengenai peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus kebangsaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Yuni Karnelis menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momen penting bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Turunnya Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kedamaian, persatuan, dan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sejalan dengan semangat Pancasila dan wawasan kebangsaan yang menekankan pentingnya persatuan, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama.
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Yuni Karnelis juga menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian di Kota Bandar Lampung, khususnya di sektor pendidikan, lingkungan, dan penanganan banjir.
Pada sektor pendidikan, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung memiliki program Billing yang bertujuan membantu serta mempermudah pelayanan pendidikan bagi masyarakat.
“Pendidikan merupakan salah satu prioritas utama. Program Billing diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, pada sektor lingkungan, Yuni menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung berencana memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran dalam menangani persoalan lingkungan yang bersifat lintas wilayah.
Menurutnya, salah satu solusi yang tengah didorong adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).
“Kerja sama ini diharapkan membuat penanganan lingkungan lebih efektif. Pengolahan sampah menjadi energi listrik bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memberikan manfaat energi bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, persoalan banjir juga menjadi perhatian serius DPRD dan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Yuni menilai pengawasan terhadap pembangunan perumahan, khususnya yang berdiri di kawasan resapan air, perlu dilakukan secara ketat agar tidak memperparah potensi banjir di sejumlah wilayah kota.
“Jika pembangunan di kawasan resapan air tidak diawasi dengan baik, tentu akan berdampak pada meningkatnya risiko banjir,” ungkapnya.
Karena itu, pemerintah kota juga terus melakukan pengawasan terhadap sistem drainase di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir, terutama saat musim hujan.
Melalui kegiatan sosialisasi PIP-WK tersebut, Yuni Karnelis berharap masyarakat tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, tetapi juga semakin peduli terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar serta bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan, terlebih di momentum bulan Ramadan yang penuh berkah.
“Melalui kegiatan ini kita berharap masyarakat semakin memperkuat nilai persatuan, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kualitas kehidupan bersama,” tutupnya. (***)







