Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Tugas kemanusiaan yang dijalankan di tengah banjir mendadak berubah menjadi momen tragis bagi Aulia Ahmad Akbar, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung.
Saat waktu istirahat usai salat zuhur, Akbar yang kelelahan mencoba membersihkan mesin pompa penyedot air di Gang Onta, Kecamatan Kedaton, Rabu (15/4/26).
Namun nahas, mesin yang masih menyala justru menjadi sumber petaka. Dalam hitungan detik, tangannya tersedot ke dalam mesin. Tiga jari tak berhasil diselamatkan.
Suasana evakuasi yang sebelumnya penuh kesibukan berubah mencekam. Rekan-rekan korban berupaya memberikan pertolongan sebelum akhirnya Akbar dilarikan ke Rumah Sakit Advent Bandar Lampung untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Saat ini, korban masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan menunggu tindakan operasi dari tim medis. Pihak keluarga menyebut kondisi Akbar membutuhkan penanganan serius, termasuk proses pemulihan jangka panjang.
Insiden ini menjadi pengingat keras tentang risiko di balik kerja-kerja kemanusiaan. Di tengah tekanan, kelelahan, dan situasi darurat, satu kelengahan kecil dapat berujung pada konsekuensi besar.
Akbar pun berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap kondisi dirinya, mengingat peristiwa tersebut terjadi saat ia tengah menjalankan tugas untuk membantu warga terdampak banjir. (Red)







