Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abu atau debu vulkanik yang dapat terbawa angin dan berdampak hingga ke wilayah permukiman.
Material vulkanik yang terbawa angin tidak hanya dapat mengotori lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas udara, mengganggu jarak pandang, serta memicu gangguan kesehatan.
Kelompok yang memiliki gangguan pernapasan diminta menjadi perhatian khusus. Paparan debu vulkanik dapat memperburuk keluhan pernapasan sehingga masyarakat dianjurkan mengambil langkah perlindungan sejak dini.
BPBD mengimbau warga menggunakan masker setiap kali harus beraktivitas di luar ruangan. Pelindung mata juga disarankan digunakan ketika udara mulai berdebu guna mengurangi risiko iritasi pada mata.
Jika hujan abu terjadi, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah. Pintu dan jendela sebaiknya segera ditutup, termasuk ventilasi, untuk mencegah abu masuk dan menumpuk di dalam rumah.
Tak hanya melindungi diri, warga juga diminta memperhatikan makanan dan sumber air. Makanan perlu disimpan dalam wadah tertutup, sementara sumber air harus dilindungi agar tidak terpapar abu vulkanik.
Kewaspadaan juga berlaku bagi pengguna kendaraan. Abu vulkanik yang menempel atau menumpuk di badan jalan dapat membuat permukaan jalan menjadi licin. Kondisi tersebut, ditambah kemungkinan berkurangnya jarak pandang, dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, pengendara diminta mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati apabila kondisi jalan mulai dipenuhi debu atau abu vulkanik.
BPBD Kota Bandar Lampung meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap siaga menghadapi kemungkinan perubahan kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Warga juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya dan mengikuti perkembangan melalui informasi resmi pemerintah maupun instansi terkait.
Kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk meminimalkan dampak apabila abu atau debu vulkanik terbawa angin hingga ke wilayah Bandar Lampung. (***)







