Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Debu vulkanik yang bertebaran di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Merespons keluhan warga, Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran untuk menyemprot sejumlah ruas jalan protokol, Sabtu (5/9/2026) malam.
Penyemprotan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung.
Petugas menyusuri ruas jalan secara perlahan menggunakan armada pemadam sambil menyemprotkan air ke badan jalan. Upaya tersebut dilakukan untuk membasahi permukaan jalan sehingga material debu tidak mudah kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun hembusan angin.
Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan pengerahan armada merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat yang mulai merasakan dampak debu.
“Ya, ada keluhan masyarakat terkait dengan debu. Nah kita lakukan penanggulangan responsif terkait dengan itu. Mudah-mudahan bisa mengurangi dampak debunya,” ujar Anthoni.
Sedikitnya tujuh armada dikerahkan dalam penanganan tersebut. Empat kendaraan merupakan milik Damkarmat Kota Bandar Lampung, sedangkan tiga unit lainnya berasal dari BPBD Kota Bandar Lampung.
Sekitar 35 personel turut dilibatkan untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan yang menjadi titik sasaran.
Beberapa ruas jalan yang disemprot antara lain Jalan Kartini, Jalan Ahmad Yani, Jalan Raden Intan, Jalan Teuku Umar, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Yos Sudarso, hingga Jalan Gatot Subroto.
Anthoni menjelaskan, penyiraman jalan menjadi salah satu langkah penanggulangan untuk menekan jumlah debu yang beterbangan di ruang publik.
Dengan kondisi permukaan jalan yang lebih basah, material debu diharapkan tidak mudah terangkat oleh roda kendaraan maupun angin sehingga paparan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama ketika konsentrasi debu semakin terasa.
Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah. Sementara bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dan pelindung mata disarankan untuk mengurangi risiko paparan debu.
“Apabila memang harus melaksanakan kegiatan di luar rumah, baiknya menggunakan masker ataupun alat pelindung mata sehingga dapat meminimalisir dampak debu,” kata Anthoni.
Pemerintah juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Masyarakat yang mengalami keluhan setelah terpapar debu diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Langkah penyemprotan jalan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak debu vulkanik sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat di ruang publik.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta mengikuti informasi maupun arahan resmi dari instansi terkait selama potensi paparan debu masih terjadi. (***)







