BANDAR LAMPUNG, PojokSumatera.ID – Pertamina mengimbau masyarakat di Kota Bandar Lampung tidak melakukan panic buying atau membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan setelah hasil monitoring di sejumlah SPBU menunjukkan stok BBM masih tersedia.
Pertamina Sales Area Lampung bersama Dinas ESDM Provinsi Lampung melakukan monitoring langsung ke empat SPBU di Kota Bandar Lampung.
Dari hasil pengecekan, stok Biosolar, Pertalite, dan Pertamax berada dalam kondisi aman. Antrean kendaraan memang terlihat, namun situasinya masih dinilai kondusif.
Sales Area Retail Lampung PT Pertamina Patra Niaga, Bima Kusuma Aji, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM.
Menurutnya, Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Lampung terus memastikan pasokan dan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan.
“Pertamina SA Lampung bersama Pemprov Lampung berkomitmen memastikan ketersediaan stok BBM untuk masyarakat,” kata Bima.
Ia menjelaskan kebutuhan Pertalite memang mengalami peningkatan sekitar 10 persen sejak Mei 2026.
Penyaluran yang sebelumnya berada di kisaran 2.000 KL per hari pada periode Januari-April meningkat sekitar 200 KL per hari menjadi kurang lebih 2.200 KL per hari.
Peningkatan kebutuhan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain perpindahan pengguna BBM nonsubsidi, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kendaraan baru dan bertambahnya aktivitas wisata.
Bima menyebut kendaraan baru di Lampung meningkat sekitar 21 persen. Sementara jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan sekitar 25 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Ir. Budhi Darmawan, S.T., M.T., mengatakan adanya antrean di SPBU tidak berarti stok BBM mengalami kelangkaan.
“Antrian BBM memang ada, tapi stok tersedia,” ujarnya.
Dalam monitoring tersebut, pemerintah juga tidak menemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM.
Di SPBU 24.351.35 Jalan Ahmad Yani, petugas bahkan melakukan wawancara dengan pengemudi Gojek dan kurir Shopee. Para pengemudi tersebut menyatakan tidak mengalami kesulitan memperoleh Pertalite.
Pertamina mengajak masyarakat membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Imbauan tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran pelayanan dan mencegah antrean menjadi lebih panjang akibat pembelian berlebihan. (NdH)







