KONTEN POP UP
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Gubernur Mirza Gelar Retret Pejabat Eselon II Pemprov Lampung

Gubernur Lampung (Rahmat Mirzani Djausal). Foto Ist

Lampung, pojoksumatera.id – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menjadwalkan kegiatan retret khusus bagi seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Agenda ini dirancang sebagai upaya penguatan internal di awal masa kepemimpinannya.

Pejabat eselon II yang dimaksud meliputi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, mulai dari Kepala Dinas, Kepala Badan, para Asisten, Kepala Biro, hingga Sekretaris DPRD Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dalam dua gelombang. Untuk gelombang pertama, retret akan dimulai pada Kamis malam 7 Mei 2026 hingga Minggu malam 10 Mei 2026 yang berpusat di Bandar Lampung.

“Kegiatan dimulai Kamis malam sampai Minggu malam di Bandar Lampung,” ujar Gubernur yang akrab disapa Mirza ini, di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Mesuji, Rabu (6/5/26).

Fokus pada Kecerdasan Intelektual dan Spiritual

Mirza menjelaskan, retret ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas antar-pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Fokus utama kegiatan mencakup peningkatan kecerdasan intelektual, emosional, serta spiritual guna membangun kekompakan birokrasi.

Baca Juga:  Hipmi Half Marathon Lampung 2026 Tak Sekadar Lomba Lari, Gubernur Sebut Picu Ekonomi dan UMKM

“Tujuannya untuk memperkuat soliditas serta meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual jajaran birokrasi di lingkungan Pemprov Lampung,” jelasnya.

Meski demikian, Gubernur Mirza belum merinci secara mendalam mengenai detail materi teknis maupun target output spesifik dari kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan retret ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah kebijakan birokrasi ke depan.

“Sementara ini untuk eselon II dahulu, kita lihat bagaimana hasilnya nanti sebagai bahan evaluasi,” tandasnya.

Kegiatan retret bagi pejabat publik belakangan ini menjadi tren di tingkat nasional untuk menyamakan visi dan misi pimpinan dalam mengeksekusi program kerja agar lebih tepat sasaran bagi masyarakat. (***)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *