KONTEN POP UP
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kemitraan JNE dan Milea Cutting: Dari Komplain Pengiriman hingga Sinergi UMKM Lampung

Nina Suryani (Milea Cutting) berbagi kisah sukses kolaborasi dengan JNE dalam Media Gathering di Hotel Kyriad M2 Bandar Lampung, Kamis (15/10/2026). | Foto: Ist

Bandar Lampung, Pojok Sumatera —

Berawal dari keluhan keterlambatan pengiriman paket hingga berujung pada kemitraan strategis. Begitulah dinamika hubungan antara pemilik brand konveksi lokal Milea Cutting, Nina Suryani, dengan penyedia layanan logistik JNE Bandar Lampung.

Kisah perjumpaan dan kolaborasi tersebut mengemuka dalam acara Media Gathering bertajuk sinergi UMKM, media, dan logistik yang digelar JNE Bandar Lampung di Hotel Kyriad M2, Bandar Lampung, Kamis, (15/10/2026).

Nina Suryani menceritakan, beberapa bulan lalu dirinya sempat melayangkan komplain keras kepada pihak JNE akibat kekeliruan pengiriman dua paket produknya yang hendak dikirim ke Palembang dan Aceh untuk keperluan konten kolaborasi di Malaysia.

Kendati sempat berencana beralih ke jasa ekspedisi lain, respons cepat tim JNE Natar pada malam hari berhasil menuntaskan masalah tersebut.

“Mereka tanggap di jam 10 malam. Enggak pakai narasi ribet, langsung ditanya dan diusahakan solusinya,” kata Nina di hadapan insan media.

Penanganan masalah yang responsif tersebut justru membangun kepercayaan (trust) yang lebih kuat antara Milea Cutting dan JNE.

Baca Juga:  Pertamina Lampung Pastikan SPBU Siaga Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Perjalanan Nina memanfaatkan jasa ekspedisi JNE sebenarnya telah berlangsung sejak 2010, sewaktu ia masih duduk di bangku kuliah dan merintis usaha dagang busana dari Bandung.

Setelah 13 tahun berkarier di industri perbankan, sarjana komputer ini memutuskan fokus membangun usaha konveksi fashion Milea Cutting di Lampung pada 2019.

Dari yang semula hanya ditangani satu penjahit dan satu tim finishing, Milea Cutting kini berkembang pesat hingga memproduksi puluhan ribu potong pakaian. Bahkan, empat tahun terakhir, usaha konveksi lokal asal kabupaten ini dipercaya menjadi vendor besar PT Sugar Group Companies Lampung.

Dalam lanskap bisnis digital saat ini, Nina menekankan pentingnya menjaga etika serta nilai budaya dalam promosi media sosial tanpa mengabaikan kualitas produk.

Di sisi lain, ia menilai dukungan jaringan logistik yang andal serta peran media massa menjadi pilar utama dalam menunjang keberlangsungan usaha.

Mengutip falsafah bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sekitarnya, Nina menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan perekonomian daerah.

Baca Juga:  Cek Lapangan, ESDM Pastikan Distribusi LPG Lancar di Lampung

“Kita harus bersatu menghidupkan ekonomi Lampung. Dengan adanya teman-teman media, berita cepat sampai. Kami sebagai brand owner akan memberikan fasilitas dan produk terbaik. JNE sebagai jasa ekspedisi juga bekerja sama agar tidak ada hard complain dalam menangani setiap perjuangan brand lokal,” ujar Nina.

Sementara itu, Public Relation Region Sumatera JNE Express, Khairul Tanjung, menyampaikan bahwa JNE berkomitmen memperkuat kolaborasi bersama insan media dan pelaku UMKM lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, keterbukaan komunikasi dan keandalan distribusi merupakan kunci utama dalam memperluas jangkauan pasar produk-produk lokal Lampung agar semakin bersaing di tingkat nasional.

(*)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *