Lampung, pojoksumatera.id – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan Jembatan Kali Pasir yang berada di Sungai Batanghari. Jembatan ini menghubungkan Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Pembangunan jembatan tersebut dilakukan sebagai solusi akses pendidikan, mengingat puluhan anak sekolah di wilayah itu selama ini harus menyeberangi sungai menggunakan rakit.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Taufiqullah, mengatakan pembangunan jembatan darurat tersebut dikoordinasikan bersama Panglima Kodam II/Sriwijaya melalui program Jembatan Merah Putih sebagai bagian dari penanganan cepat.
Menurutnya, keterlibatan TNI diperlukan karena kondisi lokasi tergolong berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan lapangan yang cepat serta terukur.
“Alhamdulillah, saat ini sudah diprioritaskan melalui pembangunan Jembatan Merah Putih. Pak Gubernur langsung yang meminta ke Pangdam,” kata Taufiqullah.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut sebenarnya membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp70 miliar agar jembatan memenuhi standar keselamatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sendiri telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut. Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini tidak mampu ditangani secara mandiri.
“Anggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di wilayah tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Taufiqullah menjelaskan bahwa sejak awal menjabat, Gubernur Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat agar penanganan jembatan ini dapat dibantu. Menindaklanjuti hal tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah melakukan survei teknis di lokasi.
Hasil survei menyimpulkan bahwa jembatan tidak memungkinkan untuk diperbaiki sebagian. Risiko longsor dan faktor keselamatan membuat opsi rehabilitasi dinilai tidak layak, sehingga solusi yang direkomendasikan adalah pembangunan ulang dari awal.
“Berbagai upaya sudah dilakukan Pak Gubernur sejak menjabat. Alhamdulillah, Jembatan Merah Putih ini akan menjadi solusi dan ditargetkan selesai pada semester pertama 2026,” ujarnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pembangunan yang saat ini sedang berjalan.
“Ini sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar karena ada proses birokrasi yang harus dilalui,” pungkasnya. (***)







