KONTEN POP UP
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kolam Lindi TPA Bakung Dipenuhi Sampah, Warga Ngeluh Bau Busuk

Kolam Lindi TPA Bakung. Foto Kino/pojoksumatera

Bandar Lampung, pojoksumatera.id – Kondisi kolam air lindi di TPA Bakung memprihatinkan. Fasilitas yang seharusnya berfungsi untuk menampung dan mengolah limbah cair justru terlihat tidak terawat, dengan tumpukan sampah serta area kolam dipenuhi rumput liar.

Berdasarkan penelusuran pojoksumatera.id pada Kamis 16 April 2026, air lindi tampak menggenang tanpa pengelolaan optimal dan mengalir ke aliran sungai di sekitar lokasi.

Seorang warga Kelurahan Sinarmulya, Kecamatan Teluk Betung Timur, mengeluhkan bau busuk dari aliran air kolam lindi yang mengalir ke sungai, terutama saat musim panas.

“Ini mah mending karena ujan terus, coba kalau pas panas waduuh, udah bau, warnanya juga item banget,” katanya.

Menurutnya, warga sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. “Kalau baunya bukan kadang-kadang ya, tapi bau terus. Tapi karena sudah keseringan kita sudah baal (terbiasa),” tambahnya.

Seorang lansia yang telah tinggal di lokasi tersebut sejak lama mengatakan bahwa kondisi air di wilayah itu dahulu berbeda sebelum TPA Bakung dibangun.

“Dulu mah airnya bening, batu-batunya aja sampai kelihatan. Ya semenjak TPA itu dibangun airnya jadi butek dan bau begini,” katanya.

Baca Juga:  Ika Untirta Lampung Bagikan 500 Paket Takjil 

Bahaya Air Lindi bagi Kesehatan dan Lingkungan

Berdasarkan kajian yang diuraikan pada situs waste4change.com, air lindi atau leachate merupakan air limbah yang dihasilkan akibat masuknya air eksternal seperti air hujan ke dalam timbunan sampah yang melarutkan materi organik dari hasil dekomposisi sampah. Cairan lindi mengandung bakteri, parasit, serta kandungan berbahaya lainnya yang dapat memberikan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah.

Kandungan cairan lindi dapat berbeda di satu tempat pembuangan sampah dengan yang lainnya. Kandungan air lindi bergantung pada kandungan dan umur tempat pembuangan sampah, prosedur degradasi, iklim, serta kondisi hidrologis. Namun secara umum air lindi memiliki karakteristik dengan kebutuhan oksigen kimia dan biologi yang tinggi serta terdiri dari zat-zat yang tidak diinginkan seperti kontaminan organik dan anorganik.

Bahaya air lindi terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit seperti anemia, gagal ginjal, kerusakan prostat dan paru-paru, tremor, kejang, hilang memori, penurunan trombosit, iritasi kulit, dermatitis, diare, dan penyakit gusi. Selain itu, senyawa yang terkandung dalam air lindi dapat merusak kualitas tanah, mengganggu sistem saraf, dan meningkatkan risiko kanker.

Secara teknis, kolam lindi seharusnya dikelola secara rutin dan diawasi secara ketat. Perawatan meliputi pembersihan sampah, pengendalian volume air, serta memastikan sistem pengolahan limbah berjalan sesuai standar.

Baca Juga:  WaliKota Eva Pastikan Aliran Air Lancar, Normalisasi Drainase Terus Digenjot

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya penumpukan sampah yang menyebabkan pendangkalan kolam. Hal ini berpotensi mengurangi kapasitas tampung, terutama saat musim hujan ketika volume air lindi meningkat.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kolam lindi tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. (Kin)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *